Wayang Kulit

 

Kamis, 2 Agustus 2018 : Wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisi yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Jawa. Lebih dari sekadar pertunjukan, wayang kulit dahulu digunakan sebagai media untuk permenungan menuju roh spiritual para dewa. Konon, “wayang” berasal dari kata “ma Hyang”, yang berarti menuju spiritualitas sang kuasa. Tapi, ada juga masyarakat yang mengatakan “wayang” berasal dari tehnik pertunjukan yang mengandalkan bayangan (bayang/wayang) di layar.

Warga Bunderan menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 di sepanjang jalan depan rumah Bapak Tono. Acara tesebut dimulai jam 14.00 – 17.00 WIB. Warga khususnya para orang tua antusias menonton acara wayang tersebut dan mendengarkan cerita yang dibawakan oleh Ki Dalang. Ketika Sinden mulai nembang ada beberapa warga yang berjoget mengikuti alunan suara gamelan dengan syahduhnya. Bahkan ada juga yang nyawer dan request tembang “Klinci Ucul dan Capeng Gunung”.
Acara semakin seru ketika musik Kendang dibuat versi dangdut dan makin mantab para warga berjoget.

Berikut foto-foto acaranya :

Berikut videonya :

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan